Assalamu'alaikum Wr.Wb... Selamat Datang di Blog Ini, semoga postingan kami bisa memberikan warna tersendiri dan bermanfaat bagi anda...

Senin, 27 Mei 2013

Definisi Perilaku


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku dapat diartikan sebagai reaksi atau tanggapan individu yang terwujud dalam gerakan (sikap). Perilaku adalah sebagai suatu fungsi dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Semuanya akan berperilaku berbeda dan perilakunya ditentukan oleh masing-masing lingkungan yang berbeda pula (Miftah Thoha, 2004 : 33).
Perilaku merupakan suatu cara bertingkahlaku, diciptakan dan untuk ditiru oleh orang banyak. Suatu tindakan menjadi bagian dari pola bertindak yang tetap melalui proses pengulangan (peniruan) yang dilakukan oleh orang dalam waktu yang relatif lama, sehingga terbentuklah suatu kebiasaan (Kartono, 1989:28).
Menurut Notoatmodjo, 2003:8, perilaku adalah tindakan atau aktivitas yang merupakan bagian dari totalitas penghayatan dan aktivitas yang merupakan hasil akhir jalinan yang saling mempengaruhi antara berbagai macam gejala. Gejala itu muncul bersama-sama dan saling mempengaruhi antar - manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas. Atau bisa dikatakan perilaku merupakan semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (syakira-blog.blogspot.com dipublikasikan tanggal 18 januari 2009).
Menurut Notoatmodjo, 2003:8, perilaku diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu;
a.    Perilaku tertutup (convert behavior) yaitu respons seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tertutup yang sebatas pada perhatian persepsi, pengetahuan, kesadaran dan sikap yang belum dapat diamati secara jelas.
b.    Perilaku terbuka (overt behavior) yaitu tanggapan seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka yang dengan mudah dapat dilihat oleh orang lain (dalam arisandi.com dipublikasikan pada tanggal 11 Februari 2012).
Skinner (dalam Bimo Walgito, 1990:25), membedakan perilaku menjadi dua macam yaitu perilaku yang alami (innate behavior) dan perilaku operan (operat behavior). Perilaku alami yaitu perilaku yang dibawa sejak organisme atau individu dilahirkan yaitu yang berupa refleks-refleks dan insting-insting, sedangkan perilaku operan yaitu perilaku yang dibentuk melalui proses belajar.
Perilaku reflektif merupakan perilaku yang terjadi sebagai reaksi secara spontan terhadap stimulus yang mengenai individu yang bersangkutan. Reaksi atau perilaku ini terjadi dengan sendirinya, secara otomatis, tidak diperintah oleh pusat susunan syaraf atau otak. Stimulus yang diterima oleh organism itu tidak sampai ke otak sebagai pusat susunan syaraf, sebagai pusat pengendali perilaku. Dalam perilaku yang reflektif, respons langsung timbul begitu menerima stimulus.
Perilaku merupakan suatu pengembangan pribadi yang di manifestasikan ke dalam tindakan individu yang dapat diamati atau diobservasi secara objektif (Hendropuspito, 1991:160). Pada manusia perilaku psikologis inilah yang dominan, sebagian besar perilaku manusia merupakan perilaku yang dibentuk, perilaku yang diperoleh, perilaku yang dipelajari melalui proses belajar. Perilaku yang reflektif pada dasarnya merupakan perilaku yang tidak dapat dikendalikan. Hal itu dikarenakan perilaku reflektif merupakan perilaku yang alami, bukan dibentuk.
Perilaku manusia operan atau psikologis yang dapat dikendalikan, perilaku manusia juga merupakan perilaku yang integrated yang berarti bahwa keseluruhan individu itu terlibat dalam perilaku yang bersangkutan, bukan bagian demi bagian. Perilaku manusia begitu kompleks sehingga ini seringkali menjadi bahan perdebatan dan penelitian. Ada beberapa cara untuk membentuk perilaku diantaranya; dengan cara kondisioning atau kebiasaan yaitu dengan cara membiasakan diri untuk berperilaku sesuai dengan yang diharapkan, akhirnya akan dapat menumbuhkan perilaku tersebut; pembentukan perilaku dengan pengertian atau insign dan pembentukan perilaku dengan menggunakan model.
Kalau membicarakan perilaku maka tampak jelas bagaimana peran lingkungan terhadap perilaku manusia. Jika diperhatikan apa yang terjadi di sekitar manusia itu dapat ditemukan adanya bermacam-macam kejadian yang satu berbeda dengan yang lain, disamping juga ada kesamaan dari manusia-manusia itu. Ada pandangan bahwa manusia sebagai makhluk individual, namun ada juga yang beranggapan bahwa manusia sebagai makhluk sosial. Karena manusia sebagai makhluk individual, maka dalam tindakan-tindakannya manusia kadangkala menjurus kepada kepentingan pribadi. Namun karena manusia juga merupakan makhluk sosial, dalam tindakan-tindakannya manusia juga sering menjurus kepada kepentingan-kepentingan masyarakat, sesuai dengan pendapat Kunkel bahwa manusia itu mempunyai dorongan untuk mengabdi kepada dirinya sendiri (ichhaftigkeit) dan dorongan untuk mengabdi kepada masyarakat (sachlichkeit) secara bersama-sama manusia berada diantara keduanya (Bimo Walgito, 1990:25).
Menurut Ensiklopedi Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya, hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan perilaku tertentu pula. Robert Y. Kwick menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari (dewasastra.wordpress.com dipublikasikan tanggal 11 Maret 2012).